SELAMAT DATANG DI TELINGALEBAR.BLOGSPOT.COM-*PENGAWAL HUKUM DAN PENGAWAS KINERJA APARATUR NEGARA SERTA NKRI HARGA MATI-*

Minggu, 18 September 2011

Seorang Gadis Dibunuh,Tolak Di Aborsi



0752128p Tolak Aborsi, Gadis Ini Dibunuh
SIDOARJO,LSMTELINGALEBAR :  – Misteri tewasnya Zumrotul Lainiyah (24), warga Desa Buncitan RT 10/RW Kecamatan Sedati kian jelas. Korban dibunuh pacarnya sendiri, Edy Prayitno (28), warga Tambak Rejo RT 3/RW 2 Kecamatan Ngoro Mojokerto, karena menolak menggugurkan kandungannya.
Pelaku pun kalap begitu korban mengancam akan melapor ke polisi. Motif itu terungkap saat polisi menggelar rekonstruksi di tanggul lumpur Dusun Ginonjo Desa Besuki Kecamatan Jabon, Jumat (16/9/2011).
Di tanggul itu, jasad korban ditemukan tak bernyawa, oleh warga setempat, dalam kondisi telungkup, Minggu (21/8/2011) silam, sekitar pukul 06.00.
Di antara sekitar 31 adegan reka ulang itu, terungkap jika tersangka, yang juga pacar korban, mendesak kekasihnya itu mengaborsi kandungannya yang berusia 4 bulan. Namun permintaan itu ditolak mentah-mentah korban. “Iki wes nglakoni dosa, kok dosa lagi,” ucap korban kala itu saat menolak permintaan tersangka.
Korban lalu memarahi tersangka. Bahkan, korban juga mengancam akan melaporkan perbuatan tersangka kepada polisi. Kedua kekasih itu pun cek-cok. Tersangka lantas panik dan kalap mendengar ancaman kekasihnya.
Entah bagaimana mulanya, tersangka mengambil potongan kabel dari jok motor. Tersangka lalu menjeratkan kabel itu ke leher korban. Lalu dia mengambil kalung dan ponsel korban. Jasad korban lalu diseret, dan dibuang ke tebing tanggul kolam lumpur itu.
Usai membunuh, tersangka bergegas kabur naik motor, namun sempat terjatuh karena panik. Tak sampai sehari begitu korban ditemukan tewas, polisi meringkus tersangka saat bersembunyi di sebuah desa di kawasan Gunung Bromo Probolinggo. “Rekonstruksi dilakukan untuk meyakinkan penyidik jika dia pelakunya,” ucap Kepala Reserse dan Kriminal Polres Sidoarjo Ajun Komisaris Ernesto Saiser.
Dengan rekonstruksi itu, kini penyidik yakin jika tersangka melakukan perbuatannya seorang diri. Ernesto menyebut tersangka telah melakukan perbuatan itu dengan terencana. Sebab dia telah menyiapkan seutas kabel yang dipakai menjerat korban. “Dipastikan dia pelaku tunggal,”tandas Ernesto.
Akibat perbuatannya, polisi bakal menjerat tersangka dengan pasal berlapis. Selain Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, juga Pasal 338 KUHP dan Pasal 335 ayat 1, tentang penganiayaan yang berakibat hilangnya nyawa seseorang. “ Dia (tersangka) terancam hukuman penjara seumur hidup,” ungkap Ernesto.
Saat rekonstruksi digelar, ratusan warga setempat berjubel di sekitar tempat kejadian perkara. Mereka tak peduli terik panas matahari karena penasaran melihat wajah tersangka. Warga menonton dari jarak beberapa meter adegan rekonstruksi itu. Sedangkan tersangka bungkam saat hendak ditanya alasan pasti, hingga nekat membunuh pacarnya.(hlk/enos)

Sakit Mag langsung meninggal Dunia

MADIUN,LSMTELINGALEBAR : - Ketenangan penduduk Desa Sidomulyo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, terusik, setelah  Sumadi (25), ditemukan tergantung di kandang sapi Sabtu (17/9) pagi.  Dugaan sementara dia nekat gantung diri atau kendat karena sakit maag yang sudah kronis.
 
 
 
Korban yang dikenal sebagai petani ini, ditemukan sekitar pukul 07.00 pagi ditemukan tewas tergantung di kandang sapi oleh istrinya, Puji (39). Korban selama ini derita penyakit kronis yang tak kunjung sembuh. Selama penyakitnya kambuh korban selalu menrintih-rintih kesakitan. Seperti diris-iris lambungnya.
Usaha keluarga korban untuk menyembuhkan sudah maksimal. Tapi hasilnya tidak pernah ada kemajuan. Malah penyakitnya bertambah parah. Dia sering juga bilang ke istrinya untuk cepat mati, karena sudah tidak kuat lagi menahan sakitnya.
Korban tewas tergantung menggunakan seutas tali tambang yang biasa digunakan untuk mengikat sapi.“Suami saya sudah berkali-kali berniat mati, namun saya cegah. Dia sering mengeluhkan sakitnya yang tak kunjung sembuh dan habiskan banyak biaya,” tutur Puji.
Kepala Polsek Sawahan, Ajun Komisaris Polisi Basuki Nugroho menegaskan, menurut istrinya korban menderita sakit maag kronis. Dan berulang-ulang kali ingin menyatakan mati. Korban dibawa di rumah sakit untuk memastikan kalau tidak ada unsur lainnya.
“polisi tidak menemukan tanda-tanda bekas penyiksaan pada jasad korban,” terang Kapolsek.(HDR/LM)

Rabu, 31 Agustus 2011

Suasana Takbiran Penuh Suka Cita



Samarinda,LSMTELINGALEBAR:  - Setelah sempat tertunda, konvoi malam takbiran di Samarinda, Kalimantan Timur, akhirnya dilaksanakan. Ratusan kendaraan roda empat maupun truk ikut memeriahkan konvoi tersebut.

Konvoi malam takbiran dimulai pukul 20.00 WITA dengan start dari Masjid Islamic Centre di Jl Slamet Riyadi, Karang Asam. Setiap mobil dilengkapi dengan peralatan sound system di atas kendaraan untuk menggemakan takbir.

"Tahun ini, konvoi malam takbiran berlangsung meriah," kata Agus, salah seorang panitia malam takbiran kepada LSM TELINGA LEBAR ,di halaman kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jl Gadjah Mada, Samarinda, Selasa (30/8/2011) malam.

Adapun rute iring-iringan ratusan kendaraan yang dilalui peserta adalah antara lain Jl Slamet Riyadi, Jl Pangeran Antasari, Jl Ir H Juanda, Jl Letjend S Suprapto serta Jl Letjend S Parman. Selain mengumandangkan takbir peserta konvoi dan puluhan ribu warga Samarinda yang memadati ruas jalan konvoi, juga melakukan pesta kembang api.

"Alhamdulillah. Malam takbiran tahun ini memang sangat meriah dibanding tahun lalu. Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir Batin," kata salah seorang peserta konvoi melalui pengeras suara.

Tak pelak, jalur konvoi yang dilalui peserta konvoi takbiran mengalami kemacetan. Ratusan personel kepolisian, terutama Satuan Lalu Lintas Polresta Samarinda dibantu LSM dan OKP di Samarinda bekerja keras untuk melancarkan arus kendaraan yang dilalui peserta konvoi dan juga pengguna kendaraan lainnya.

Bahkan tidak sedikit peserta konvoi kurang mengindahkan keselamatan mereka lantaran harus berdiri di atap truk terbuka dan mobil pickup untuk ikut meramaikan malam takbiran.

Hingga 2 jam berlalu sejak konvoi dimulai, iring-iringan kendaraan konvoi belum juga berhenti. Lokasi paling ramai dipadati ribuan warga Samarinda di antaranya adalah kawasan Tepian Sungai Mahakam serta simpang empat pusat perbelanjaan Mall Lembuswana, di Jl Letjend S Parman.(CZVXXX)

Minggu, 28 Agustus 2011

Perbaikan Jalan menganggu Pemudik Lebaran

Denpasar,LSMTELINGALEBAR:  - Arus mudik Lebaran 2011 dari Pelabuhan penyeberangan Padangbai, Bali yang menghubungkan Lombok, NTB-Denpasar, Bali dan Pulau Jawa, sejak beberapa hari lalu mengalami gangguan, khususnya di kawasan jalan By Pass Ida Bagus Mantra. Pasalnya, kendaraan bermotor terpaksa harus menggunakan satu jalur, karena pengerjaan jalan By Pass Ida Bagus Mantra yang telah berlangsung selama sekitar dua tahun belum juga rampung.


Berdasarkan pemantauan, Sabtu (27/8), para pengendara kendaraan bermotor roda dua maupun lebih terpaksa harus memakai satu jalur jalan ketika tiba di kawasan By Pass Klungkung dan Gianyar. Hal ini karena pengerjaan jalan By Pass Ida Bagus Mantra yang merupakan jalan nasional itu belum rampung, kendati telah dikerjakan selama sekitar dua tahun.
Jalan By Pass Ida Bagus Mantra ini merupakan satu-satunya jalur yang menghubungkan Lombok-Denpasar, setelah melalui pelabuhan penyeberangan Padangbai. Jalan ini banyak dilalui bus penumpang maupun kendaraan pribadi. Akibat penggunaan satu jalur itu, arus mudik menjadi terganggu karena terjadi kemacetan di sepanjang jalan tersebut.
Pengerjaan jalan ini terkesan terbengkalai karena berdasarkan pengamatan, ternyata tidak ada petugas yang mengerjakannya.
Rohmat, salah seorang sopir bus Lombok-Jakarta ketika ditanya mengaku sangat terganggu dengan belum rampungnya pengerjaan jalan By Pass Ida Bagus Mantra yang berstatus jalan nasional ini. "Arus mudik menjadi kurang lancar dan terganggu karena macet akibat menggunakan satu jalur," ujar Rohmat. Pengamatan di lokasi, kendaraan dari Denpasar menuju Padangbai maupun sebaliknya, terpaksa memakai satu jalur saat tiba di kawasan By Pass daerah Klungkung dan Gianyar.
Rohmat yang selalu melalui jalur By Pass Ida Bagus Mantra ini menyatakan keheranannya karena sudah sekitar dua tahun pengerjaan jalan ini belum rampung. Hal ini juga dibenarkan sopir bus lainnya Subroto. "Kalau melewati jalur ini pasti macet karena memakai satu jalur, apalagi saat arus mudik Lebaran begini," tutur Subroto.
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Susalit Alius sewaktu dikonfirmasi, ternyata tidak berada di kantornya. Susalit, menurut beberapa stafnya, selama ini jarang berada di kantor karena ke luar kota. Demikian juga ketika dihubungi ponselnya, Susalit tidak mengangkat.
Kasi Perencanaan dan Pengawasan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Tino Suriadi membenarkan sekitar 117,98 Km dari total 535,23 Km jalan nasional di Bali, mulai dari jalur penyeberangan Gilimanuk sampai Padangbai, kini dalam kondisi rusak dan masih dalam pengerjaan. Tidak mengherankan jika arus mudik Lebaran 2011 menjadi terganggu karena kondisi ini.
"Jalan nasional di Bali ini mengalami kerusakan dan masih dalam pengerjaan mencapai sekitar 117 Km lebih," papar Tino.(Tety)