SELAMAT DATANG DI TELINGALEBAR.BLOGSPOT.COM-*PENGAWAL HUKUM DAN PENGAWAS KINERJA APARATUR NEGARA SERTA NKRI HARGA MATI-*

Minggu, 18 November 2012

Konvoi Moge dilindas Truk akibatkan Korban Jiwa

PASURUAN,LSM TELINGA LEBAR : - Konvoi rombongan 17 buah Moge (motorGede/red) yang bertujuan awal mengisi liburan ke Pulau Dewata Bali, Ironisnya mengalami kecelakan lalu lintas maut di Jalan Raya Pasuruan - Probolinggo Jumat 16/11 tepatnya di desa Arjosari kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan.
Korban naas adalah pasangan suami istri David (35) membonceng Melissa (30) dengan mengendarai moge Kawasaki CC1000. Menurut saksi mata David dari arah barat hendak menyalip mobil station di depannya dengan kecepatan yang sangat kencang. Namun dari arah depan kendaraan truk yang belum diketahui jenisnya menghantam moge David dan istrinya, keduanya pun terpental ke aspal. Motor seharga ratusan juta itu hancur ringsek. Pasutri itu tewas mengenaskan sementara sopir dan truknya berhasil kabur dengan cara melarikan diri. David tewas seketika di tempat kejadian sementara istrinya meninggal dalam perjalannan ke rumah sakit. Pasutri warga Pluit Jakarta Utara ini berada pada urutan paling belakang dari iring-iringan Konvoi Moge. Melisa istri David mengalami patah tulang sementara David pada kepala wajah dan kaki. Kapospol Ngopak Aiptu Sukimin akan berkordinasi dengan jajaran Polda Jawa Timur untuk mengejar pelaku tabrak lari tersebut. Sementara kendaraa Moge diamankan di pos lantas Ngopak Grati, sementara kedua jenasah masih berada di kamar mayar RSU Dr. Soedarsono. (NGH/TL)

Senin, 05 November 2012

Peristiwa Lampung ,Dalang Provokator

DENPASAR,LSM TELINGA LEBAR : - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Bali I Wayan Sudirta menduga peristiwa penyerbuan yang dialami warga Desa Balinuraga, Lampung beberapa hari lalu diduga keras karena ulah provokator. Indikasinya karena peristiwa serupa juga sudah pernah terjadi beberapa waktu lalu.
Terkait dengan hal ini , Wayan Sudirta yang juga Koordinator Posko Keprihatinan Peristiwa Lampung (PKPL) meminta aparat penegak hukum mesti dapat menangkap provokator peristiwa Lampung, untuk dibawa ke proses hukum. "Segera tangkap dan seret ke jalur hukum provokatornya, apalagi ini sudah merupakan kejadian yang kedua kalinya," kata Wayan Sudirta, Senin (5/11), di Denpasar. Wayan Sudirta mengharapkan kejadian di Desa Balinuraga Lampung ini jangan sampai menimbulkan wacana untuk mengusir komunitas tertentu. Hal ini dinilai akan memperkeruh suasana, sebab pengusiran komunitas tertentu akan berakibat timbulnya masalah baru seperti terjadinya aksi balas dendam. Karena itu, menurut Sudirta, yang perlu dilakukan adalah pemulihan kondisi para korban dengan memberikan bantuan materi, pemulihan psikis bagi para korban, membuat program yang berkeadilan dan memperbaiki masalah-masalah yang merupakan peninggalan Orde Baru, dan tidak kalah penting adalah menangkap provokator kerusuhan, agar kasus sejenis tidak terulang lagi. PKPL yang dikoordinir Sudirta mendapat dukungan dari berbagai elemen yang bertindak sebagai sub-posko dan menghimpun dana untuk korban peristiwa Lampung. Sampai Senin (5/11), terkumpul sumbangan dana lebih dari Rp 0,5 miliar sebagai rasa peduli terhadap korban peristiwa Lampung, dan siap dibawa ke Lampung, dalam waktu dekat. Sumbangan yang diperoleh diantaranya dari sub-posko INTI Bali pimpinan Cahaya Wirawan Adi sejumlah Rp 514 juta, sub-posko UNUD pimpinan Prof. Dr. Made Bakta Rp 50 juta lebih, Yayasan Bunda Luh Ronce milik Wayan Sudirta Rp 15 juta, KORdEM Bali Rp 1 juta, Pemuda Hindu Rp 1 juta, Bali Corruption Watch Rp 1 juta, dan beberapa donatur lainnya. "Sumbangan keluarga besar INTI (Ikatan Indonesia Tionghoa) Bali itu terkumpul hanya dalam 2 jam, pada hari Minggu (4/11), dan akan diserahkan ke Lampung digabung dengan sumbangan dari sub-posko lain yang diperoleh Posko Keprihatinan Peristiwa Lampung (PKPL) dengan koordinator Wayan Sudirta, SH yang juga Anggota DPD RI Provinsi Bali," ucap pengurus INTI Bali Sudiarta Indrajaya. INTI Bali merupakan salah satu sub-posko, demikian juga Rektor UNUD, Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali, PHDI Bali, Gema Perdamaian Bali, Forum Studi Majapahit, Aliansi LSM Bali, Maha Art Gallery, Sandhi Murthi, Bali Corruption Watch, ormas Pemuda Hindu, KORdEM, harian Bali Tribune, serta Anggota DPD RI Provinsi Bali Wayan Sudirta, membentuk Posko Keprihatinan Peristiwa Lampung, 3 November 2012 di Denpasar. Sudiarta Indrajaya menegaskan, keluarga besar INTI Bali menganggap semuanya saudara, sehingga ketika mereka ditimpa musibah, termasuk korban di Lampung, sudah menjadi kewajiban bagi INTI untuk membantu.(TL)

Minggu, 04 November 2012

Aliansi Pemuda Seluruh Bali Tuntut Kapolda Lampung Dicopot ,Ancam Bali keluar dari NKRI

BALI,LSM TELINGA LEBAR : - Pasca Bentrok antara Warga Bali dengan warga Lampung Selatan yang mengakibatkan korban jiwa 15 orang tewas dan 165 rumah dibakar massa di Desa Balinuraga ,Kecamatan Way Lampung Selatan beberapa waktu lalu mendapat kecaman keras serta tuntutan dari Ormas pemuda Bali agar Kapolda, Kapolres dan Kapolsek di wilayah rusuh Lampung dipecat dari jabatannya,Bali siap keluar dari Indonesia.
"Aparat keamanan di Lampung gagal menjaga keamanan warga termasuk warga Bali yang menjadi korban kerusuhan dan apabila pihak Pemerintah tidak bisa menyelesaikan tragedi ini maka atas nama rakyat Bali menyatakan Propinsi Bali siap keluar dari NKRI,"Tegas Gede Ngurah Putra saat menyatakan sikap di Gedung DPRD Bali Renon Denpasar .Jumat,14.00 Wita (2/12). Ditempat yang sama,Gede kepada LSM TELINGA LEBAR mengatakan "Copot Kapolda, Kapolres dan Kapolsek di wilayah Lampung ,segera dihentikan pengiriman transmigran ke luar Bali dan Kami juga meminta perketat masuknya pendatang ke Bali. Ini kondisi ironis di tengah kondisi pariwisata Bali yang luar biasa, semakin banyak pendatang yang mencari penghidupan di sini. Sementara orang Bali sendiri malah mencari penghasilan di daerah lain," Tegasnya dengan nada lantang. Hal senada juga ," Aparat keamanan harus bertindak tegas menyikapi rusuh Lampung yang telah menelan 10 korban jiwa. Jika pemerintah tidak melakukan pencegahan dan segera menyelesaikan masalah itu, kami siap mengirim pasukan ke sana," Tegas Ketua Litbang Ormas Baladika, Komang Loto. Ditempat yang sama , Ketua DPRD Bali, Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi mengatakan,"Saya meminta agar massa tak bertindak anarkis menyikapi persoalan ini dan Jangan mengirim pasukan. Yang dibutuhkan masyarakat kita di sana adalah kebutuhan harian mereka seperti makanan, pakaian dan lainnya," Ujarnya. Dia menambahkan," Kalau itu yang dilakukan maka akan terjadi konflik baru dan perlu ditegaskan disini sebagian besar Rakyat Bali tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Jumlahnya mencapai 7 Juta orang," tambahnya kepada LSM TELINGA LEBAR .di Gedung Grahadi Renon Denpasar Bali.(TL)

Minggu, 28 Oktober 2012

Preman Aniaya Wartawan Harian Manado ,Hingga Koma

KAWANUA,EXTREMMEPOINT.COM:- Terjadi lagi Peristiwa Kekerasan terhadap insan Pers,Pasalnya sesuai rumor yang berkembang di Masyarakat disebabkan tulisan miring terhadap oknum Pejabat Manado,Pengusaha Hitam dan disinyalir kuat mereka menyuruh Geng Preman menganiaya Risky (30) Kuli Tinta Media Sulut di TKP (Tempat Kejadian Perkara/red) Cafe Club Corner hingga babak belur serta saat ini korban dalam kondisi Koma , Dirawat di RS Siloam Manado.Kamis,04.00 Wita (25/10/12).
Sekedar diketahui ,Jopy (60),warga Mahakeret Wenang Manado "Saya tidak terima atas perlakuan Penganiyaan yang dialami anak saya (Risky/red) dan saya minta Bapak Kapolres Jangan tebang pilih menyelesaikan kasus ini ,"Tegasnya. Dia menambahkan,"Sampai dimanapun,siapapun para pelaku akan saya kejar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya terhadap putra saya serta saya minta Pimred dan perkumpulan wartawan Manado ikut membantu membongkar,menangkap pelaku ,"Pungkas Jopy Ayah Korban kepada extremmepoint di Mako Polresta Manado.Jumat,09.00 Wib (26/10/12) Di tempat yang sama saat extremmepoint konfirmasi terkait insiden tersebut , Kapolresta Manado melalui Wakapolresta AKBP Anis Viktor , SIK membenarkan adanya tindakan penganiayaan terhadap seorang Jurnalis Harian Manado Sulut. ‘’Memang Benar ada laporan soal wartawan dianiaya. Kami janji akan tindaklanjuti,” Jelas Pamen dua melati dipundak . Menurut Sekretaris LSM Telinga lebar Suryowijoyo,SE,SH mengatakan," Oleh sebab itu bagi para Pejabat dan siapapun janganlah hidup dari "PERKELIRUAN" yang membuat semua tatanan bangsa serta negara jadi rusak dan saya minta Polri tegas dalam bertindak demi tegaknya Hukum ,"Tegasnya. Ia menambahkan,"Wahai Para Jurnalis dimanapun bertugas dan saya berpesan maju terus ,bongkar segala kejahatan(PERKELIRUAN/red) jangan pernah gentar serta tunjukan Profesi Jurnalis amat sangat Mulia sebagai Pilar Demokrasi ,"Pesannya dengan nada tegas kepada extremmepoint.com di Mapolda Jatim.Jumat,10.00 Wib ( 26/10/12).( OKTAF )