SELAMAT DATANG DI TELINGALEBAR.BLOGSPOT.COM-*PENGAWAL HUKUM DAN PENGAWAS KINERJA APARATUR NEGARA SERTA NKRI HARGA MATI-*

Kamis, 06 Oktober 2011

LBH (Lembaga Bantuan Hukum ) harus Mandiri

Jakarta, Extremmepoint.com : - DPR sudah mengesahkan RUU tentang dana Bantuan Hukum menjadi Undang-Undang dalam Sidang Paripurna Dewan yang dipimpin oleh Ketua DPR Marzukie Alie, di gedung dewan, Senayan Jakarta pada tanggal 04/10/2011.
Ditempat terpisah selesai Sidang Paripurna Wakil Ketua Badan Legeslatif DPR Sunardi Ayub juga membenarkan bahwa pendanaan bantuan Hukum yang diperlukan dan digunakan untuk penyelenggaraan bantuan hukum sesuai dengan Undang-Undang ini dibebankan kepada APBN (Anggaran Pembelanjaan dan Belanja Negara).
Menurut seorang Advokad dan Pengacara dari LBH Tri Daya Cakti dikantornya Jalan Kartini nomor 30, Surabaya bapak Kukuh Prayitno, SH pada tanggal 06/10/2011 sekitar pukul 14.00 wib, pria beranak satu, sederhana dan familier, mengatakan ‘Produk Undang-Undang ini hanya mengandung nilai Yuridis saja sedangkan nilai Filosofis serta Sosiologisnya dikesampingkan.’
‘Jelasnya Undang-Undang ini dipaksakan untuk kepentingan politik, seakan-akan pemerintah peduli dengan rakyat kecil alias miskin dengan bukti APBN dipangkas untuk dana bantuan hukum, yang sangat controversial sekali adalah LBH yang lolos verifikasi dan akreditasi dari seleksi Kementrian Hukum dan HAM yang berhak mendapatkan, saya yakin anjing yang  menerima makanan tidak akan menggigit tuannya,  mereka  yang vocal akan berubah jadi pendiam dan sopan.
‘Dan lebih parah lagi jangka panjangnya akan sangat banyak kasus-kasus korupsi yang timbul dari dalam LBH itu sendiri, dikarenakan pemerintah sekarang sedang mewariskan dan memberi kesempatan untuk melakukan tindak pidana korupsi, ataukah memang ada unsur sengaja untuk mengadu domba antara penerima dana tersebut melawan yang tidak lolos verifikasi dan akreditasi, mau dibawa kemana bangsa kita khususnya LBH, bagaimana dengan citra hukum di Indonesia nantinya.’
‘Seorang Advokad dan Pengacara dari LBH adalah Pejuang Sejati yang selalu mendahulukan kewajiban daripada haknya, saya dan rekan-rekan menolak secara tegas Undang-Undang  tersebut, selama ini kami tanpa bantuanpun juga bisa berkarya untuk orang miskin!.’(BNZ/YOK)    

Target Pajak Reklame Badung Terancam Tak Tercapai

Denpasar, Extremmepoint.com : - Target perolehan pajak reklame Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Bali sebesar Rp 7,2 miliar pada 2011 ini terancam tidak akan tercapai. Pasalnya, hingga akhir September 2011 perolehan pajak reklame pemkab Badung masih sekitar Rp 4 miliar.

 "Tidak tertutup kemungkinan target pendapatan pajak reklame tahun 2011 ini tidak terpenuhi, karena sampai sekarang pencapaiannya masih sekitar Rp 4 miliar," kata Sekretaris Dispenda Badung Anak Agung Arimanyu, Kamis (6/10), di Denpasar.
  Ia menilai menurunnya perolehan pajak reklame ini bisa disebabkan akibat banyaknya reklame liar atau tanpa ijin. Untuk itu, papar Agung, pihaknya meminta agar aparat Satpol PP Pemkab Badung melakukan penertiban.
  "Kami memberikan data mengenai reklame liar ke Satpol PP untuk dilakukan penertiban," tuturnya.
  Dia menyebutkan, sejak 2009 hingga 2010 perolehan pajak reklame Badung selalu melampaui target. Selama 2009, menurutnya, pemkab Badung berhasil meraih pendapatan pajak reklame sebesar Rp 6,4 miliar, padahal targetnya hanya sebesar Rp 6 miliar.
  Sementara pada tahun 2010, imbuh Agung, pemkab Badung menargetkan perolehan pajak reklame sekitar Rp 6,5 miliar, tapi mampu diraup sekitar Rp 6,8 miliar. (Tety)

Senin, 03 Oktober 2011

Oakley Gelar Kejuaraan Dunia Surfing di Bali

Denpasar,Extremmepoint.com - Sebanyak 48 surfer junior putra dan 18 surfer junior putri terbaik dunia dari berbagai negara seperti Amerika, Afrika Selatan, Australia, Eropa dan Jepang akan berlaga dalam Kejuaraan Oakley World Pro Junior (OWPJ) tingkat dunia, 3-14 Oktober di Pantai Keramas, Gianyar-Bali.
 
  "Ini merupakan ajang pembuktian untuk menyandang gelar juara dunia bagi surfer junior muda putra dan putri," kata Oakley Sports Marketing Ronny Nelson kepada pers, Minggu (2/10) sore, di Kuta-Bali.
  Ronny menyebutkan, dipilihnya Pantai Keramas sebagai tempat berlangsungnya ajang kejuaraan perdana ini karena Pantai Keramas dikenal sebagai tempat favorit bagi para "righthander". Namun jika nantinya kondisi di Pantai Keramas kurang baik, menurut Ronny, pihaknya juga sudah menyiapkan tempat alternatif lain seperti Pantai Canggu, Badung-Bali.
  Dia menjelaskan, kejuaraan dunia surfing junior yang pesertanya di bawah usia 20 tahun ini akan memperebutkan dua gelar juara dunia sekaligus. Dua gelar juara dunia OWPJ tahun lalu direbut dua surfer Australia, yakni Jack Freeston dan Tyler Wright. Freeston juga dinobatkan meraih titel World Junior Championship.
  Ronny memperkirakan Freeston akan mengalami kesulitan untuk mempertahankan gelar juaranya dalam kejuaraan OWPJ kali ini, mengingat dua surfer tangguh asal Amerika Conner Coffin dan Nat Young ikut tampil. Kedua surfer asal negeri Paman Sam itu dikenal sebagai "pencabik ombak".
  "Pertarungan dalam kejuaraan kali ini akan berlangsung seru dan ketat dengan kehadiran sejumlah surfer junior tangguh dari berbagai negara," tutur Ronny.(Tety)

Australia Bantu Pecahkan Masalah rabies

Denpasar,Extremmepoint.com - Pemerintah Australia terus berkomitmen dan secara berkelanjutan membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dalam upaya menurunkan jumlah kematian manusia akibat rabies, sehingga nantinya Bali  bebas rabies. Sejak wabah rabies muncul di Bali pada tahun 2008, Pemerintah Australia telah memberikan bantuan dana sebesar A$1,1 juta untuk memerangi penyakit mematikan ini.
 
  Bantuan ini untuk mendukung program vaksinasi anjing secara masal dan kampanye kesadaran masyarakat yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, serta membantu memperkuat pengawasan penyakit hewan dan sistem respon wabah.
  “Kematian manusia akibat rabies telah menurun 68 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, namun kita ingin melihat angka tersebut menurun sampai ke angka nol,” ungkap Brett Farmer, Konsul Jenderal Australia pada acara Hari Rabies Se-Dunia di Denpasar, Bali, Rabu (28/9).
  Menindaklanjuti permintaan bantuan dari Pemerintah Indonesia, Australia membeli vaksin rabies anjing, jarum dan spuit, serta kalung dan peneng anjing untuk gerakan vaksinasi masal anjing tahap pertama. “Program vaksinasi masal ini sangat krusial dalam mengurangi penyebaran lebih luas rabies kepada manusia, anjing, dan hewan lainnya,” ungkap Brett Farmer.
  Gerakan vaksinasi masal anjing tahap kedua sedang berlangsung hingga bulan Oktober 2011 dan diharapkan dapat mencapai cakupan minimal 70 persen dari populasi anjing di Bali. “Tanpa program vaksinasi masal seperti ini, masih ada kemungkinan epidemi tersebut akan terus berlanjut dan menjadi lebih sulit untuk ditanggulangi.” ujar Brett Farmer.
  Ia menyebutkan Australia akan terus mendukung Pemerintah Indonesia dalam memperjuangkan pengurangan dampak penyakit menular, termasuk rabies yang berdampak kepada kesehatan manusia dan pembangunan ekonomi Indonesia.(Tety)